Sebelum berangkat, setiap saya selalu menyempatkan diri buat nonton TV (mamah dan aa’ sepertinya sekarang sudah jadi tontonan wajib saya ^_^;).

Waktu itu Indosiar (kurang jelas judul acaranya, karena telat nonton) sedang membahas tentang arogansi Amerika di bidang Cacar atau dikalangan internasional disebut Small Pox.

Keterangan dari wawancara kru Indosiar dengan Menteri Kesehatan, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP secara garis besar seperti ini:

Cacar pertama kali ditemukan di Indonesia, di pulau Kalimantan oleh seorang Belanda. Pada saat itu cacar sedang mewabah, sehingga dalam radius 7 km manusia yang hidup di daerah tersebut terjangkit dan mati.

Penelitian tentang cacar pun dilakukan demi memutus rantai penyakit sekaligus menyelamatkan generasi manusia. Biofarma, didirikan di Jakarta dengan tujuan tersebut. Penelitian intensif oleh para ahli membuahkan Vaksin Cacar yang akhirnya disebarkan ke seluruh dunia, sampai tahun 1970an seluruh dunia terbebas dari Cacar.

Ironisnya, Biofarma lantas bernasib “habis manis, sepah dibuang”. Vaksin cacar dianggap tidak berguna lagi (karena cacar di dunia sudah diberantas semua), WHO menetapkan menutup Biofarma dan membawa semua sisa vaksin ke markasnya (Amerika).

Yang lucu, 2005 kemarin secara tidak jelas cacar mulai mewabah lagi. Amerika, kata Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP menawarkan kepada negara-negara lain (khususnya negara berkembang), bahwa “Ini lho, ada senjata biologi yang digunakan oleh teroris..”

Kamu harus beli vaksin dari sini, kalo nggak orang-orang di negaramu bisa mati.”

“Kalo gak punya duit, kalian bisa utang kesini.”

“Atau kalo gak mau utang, kalian harus beri ijin kami untuk buat pangkalan di tempat kalian.”

Menteri Kesehatan melanjutkan keterangannya bahwa sampai sekarang Indonesia belum membeli vaksin cacar yang mahal tersebut dari Amerika. Walaupun begitu, beliau tidak rela seandainya Cacar menjangkit lagi di Indonesia.

Konklusi yang saya tangkap adalah bagaimana riset/penelitian dilakukan di Indonesia sendiri sehingga tidak perlu bergantung dengan Amerika.