The Life of an Otaku

A group of otaku, actually…

 

cover genshiken volume 1

 

Listening: Robbie Williams & Nicole Kidman – Something Stupid

Berkisah tentang seorang pemuda bernama Kanji Sasahara, yang baru saja diterima di Shiiou University. Musim semi, saatnya mahasiswa baru menentukan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang akan diikuti, bahasa kerennya: School Club.

Sejak lama Sasahara memang ingin sekali mempunyai berorganisasi di bidang yang disukainya, Anime-Manga-Game. Yup, Sasahara seorang otaku “yang belum sempurna” dan berusaha menemukan orang-orang yang sepaham.

Awalnya dia sempat tertarik pada Manga Club, namun saat seseorang mendahuluinya untuk bertanya-tanya, perasaan grogi membuat dirinya menjauh dari stand Manga Club. Tak disangka, hal tersebut menuntunnya ke stand Genshiken yang ber-caption “the society for the study of modern visual culture”

Penasaran tentang club Genshiken, Sasahara berniat memeriksanya dengan mata kepalanya sendiri. Walaupun perasaan grogi menyelimuti tapi Sasahara sudah bertekad, dibukanya pintu ruangan Genshiken. Tetapi sebelum sempat menyentuh gagang pintu, dia dikagetkan seseorang yang pernah ia lihat sebelumnya. Orang yang menyerobot waktu dia datang ke stand Manga Club! Kousaka namanya, mahasiswa baru juga layaknya Sasahara. Wajahnya ramah seperti terlihat culun, tipe cowok cantik (bishounen).

Kousaka sudah lebih dahulu menjadi anggota Genshiken, dia mempersilahkan Sasahara masuk ruangan. Dengan canggung Sasahara mencari tempat duduk kosong. Salah seorang anggota Genshiken berbadan gendut menawarkan tempat duduknya. Entah sengaja menjahili atau apa, ketika Sasahara ingin mengambil kursi lipat yang “nganggur”, kursi tersebut diambili duluan oleh si gendut. Terpaksa Sasahara menggunakan tempat duduk “bekas” si gendut yang masih anget… hehehe…

Dilihat sekilas saja, anggota Genshiken yang ada adalah otaku (kecuali presidennya yang malah kelihatan seperti orang linglung). Sekonyong-konyong anggota Genshiken satu persatu keluar ruangan karena ditelpon (ringtone HP mereka sontrek anime semua). Sasahara kaget bercampur bingung, namun di benaknya “ini kesempatan” klub otaku seperti ini pasti punya H-stuff tersembunyi. Rak-rak penuh dengan majalah dan manga, juga action figure. Hanya sebentar saja Sasahara menemukan apa yang dicarinya, fanzine a.k.a Hentai Doujin. Sebelum masuk universitas, Sasahara ngebet banget beli fanzine itu, tapi karena gak berani beli ya akhirnya baru sempat lihat wujudnya di Genshiken.

Lagi asyik-asyiknya baca fanzine, angota Genshiken berambut batok balik lagi diikuti anggota-anggota yang lain. Ketangkep basah baca fanzine, Sasahara malu berat, secepatnya dikembalikan fanzine tersebut ke tempat semula. Ternyata itu memang akal-akalan si rambut batok menangkap basah Sasahara agar mau jadi anggota Genshiken. Yah dengan sedikit pesan-pesan persuasif, Sasahara akhirnya masuk Genshiken.

 

Begitulah gambaran chapter1 Genshiken (Manga). Intinya, manga ini menceritakan kehidupan sekelompok otaku yang tergabung dalam satu klub, Genshiken. Meski tidak seluruhnya murni otaku, ada Saki Kasukabe, cewe adiktif terhadap si bishounen Kousaka. Dia rela tiap hari bergaul dengan otaku demi pacarnya, Kousaka. Padahal gaya hidup Saki jauh dari seorang otaku; borju, suka belanja, fashionable, nongkrongnya aja di Harajuku. Daya tarik manga ini adalah paparan tentang sisi lain seorang otaku, mereka juga memikirkan masa depan dengan (lumayan) cermat. Otaku juga butuh seorang pendamping hidup, kecuali mereka yang sudah puas dengan action figure skala 1:1 atau nonton anime “menjurus”.

Recommended buat penggemar manga bergenre drama, real-life, & humor. Manga karya Kio Shimoku-sensei ini diterbitkan dengan jumlah 9 volume (55 chapter). Cukup pendek dan worth to read.

 

Download disini: Genshiken manga